Tips Memilih UPS untuk Server Sesuai Kebutuhan

Besaran Voltase yang dibutuhkan

Tips memilih UPS untuk Server – Setiap PC server pastilah membutuhkan daya listrik untuk bisa bekerja. Lalu, bagaimana jika aliran listrik tersebut secara tiba-tiba terputus? Satu hal yang pasti, PC akan mendadak mati. Tetapi permasalahannya tidak berhenti di situ saja, PC yang mati secara mendadak saat sedang digunakan cenderung lebih cepat rusak. Permasalahan bisa datang dari Harddisk yang error karena mati mendadak atau dari berbagai hardware lainnya.

Untuk itu sebaiknya para pengguna PC juga menyediakan UPS sebagai alat pengaman tambahan yang bisa memasok daya listrik selama beberapa waktu. Dengan menggunakan UPS, PC tidak akan mati walau aliran listrik utama terputus. Sistem kerja dari UPS ini seperti baterai cadangan sehingga jika listrik mati, maka UPS akan memasok daya listrik ke PC. Di pasaran saat ini terdapat sangat banyak jenis dan merk UPS. Dan bagi Anda yang masih awam, sebaiknya membaca dulu ulasan dibawah ini seputar tips memilih UPS untuk server sesuai dengan kebutuhan, berikut ulasannya.

Perhatikan Jenis UPS

Jenis UPS
Jenis UPS

Walaupun ada banyak jenis UPS, setidaknya di pasaran saat ini terdapat dua jenis yang paling umum, yatu Line Interactive UPS dan Standby UPS. Jenis yang pertama ini cukup banyak digunakan di Indonesia karena tidak hanya berfungsi sebagai cadangan listrik, namun juga untuk stabilizer agar aliran listrik lebih stabil. Sedangkan jenis yang kedua, yaitu Standby UPS hanya berfungsi sebagai cadangan listrik yang otomatis menyala saat listrik utama padam.

Jadi bagi Anda yang membutuhkan UPS untuk server, jenis Line Interactive UPS ini paling direkomendasikan.

Besaran Voltase yang Dibutuhkan

Setiap UPS memiliki volt yang berbeda-beda. Semakin besar daya voltase yang dimiliki oleh suatu perangkat UPS, maka semakin besar pula kemampuannya dalam menjaga komputer untuk tetap menyala dalam waktu yang lama.

Besaran Voltase yang dibutuhkan
Besaran Voltase yang dibutuhkan

Pemilihan UPS berdasarkan Voltase ini dapat dipertimbangkan dengan melihat spesifikasi suatu komputer. Untuk komputer dengan spesifikasi tinggi yang memakan cukup banyak daya listrik, maka UPS yang dipilih sebaiknya yang bertegangan tinggi. Walaupun harganya lebih mahal daripada UPS berkapasitas kecil, namun setidaknya Anda tidak salah dalam membeli UPS dan perangkat ini pun bisa digunakan dalam waktu yang lama.

Sesuaikan dengan Budget dan Kebutuhan

Tips memilih UPS untuk server yang terakhir adalah dengan menyesuaikan budget dan kebutuhan. UPS dengan daya cadangan listrik yang besar pastinya dibanderol dengan harga yang mahal. UPS ini memungkinkan Anda untuk tetap beraktifitas menggunakan komputer walaupun listrik telah padam. Tetapi rasanya hal ini tidak terlalu dibutuhkan karena pada dasarnya seberapa lama pun waktu cadangan yang ada, tetap saja komputer akan mati dalam waktu beberapa menit kedepan.

Untuk itu sebaiknya pilih UPS dengan daya baterai secukupnya. Sebaliknya, dana yang ada bisa dialokasikan untuk membeli UPS dengan merk terbaik menurut Anda. Dengan demikian UPS bisa lebih awet dan pastinya dapat digunakan dalam jangka panjang.

Nah, demikianlah ulasan yang bisa kami beri seputar tips memilih UPS untuk server. Satu hal yang perlu diingat adalah selalu sesuaikan dengan kebutuhan sehingga Anda tidak salah dalam memilih UPS. Untuk PC server, Anda cukup menggunakan UPS berkapasitas baterai rendah yang bisa menyala 5 – 10 menit setelah listrik padam. Setidaknya waktu tersebut sudah lebih dari cukup untuk menyimpan data-data yang ada dan mematikan komputer secara normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *